Selasa, 01 Februari 2011

7 Langkah Ber-internet Aman Untuk Anak Usia 15-18 Tahun by "sekolah internet"

Di usia remaja, anak dipastikan sudah menginginkan kebebasan dalam mengakses konten, situs web, atau aktivitas online mereka. Mereka sudah lebih fasih dalam berinternet, tapi tetap butuh orang tua untuk mengingatkan mereka terkait keamanan berinternet.

Orang tua harus siap membantu anak remaja untuk mengenali pesan-pesan dan situasi yang berpotensi membahayakan. Untuk anak remaja, intensifkan komunikasi dan tekankan pentingnya batasan-batasan berinternet seperti yang sudah disampaikan dalam tips sebelumnya. Terapkan juga 7 tips tambahan berikut ini:

  1. Ketahui situs-situs apa saja yang dikunjungi anak remaja anda, dan dengan siapa mereka bicara. Dorong mereka untuk menggunakan fasilitas chatting yang dilengkapi fasilitas monitoring, dan pastikan mereka untuk hanya bergabung di ruang chatting yang sifatnya terbuka.
  2. Tekankan pada mereka untuk tidak mengiyakan ajakan bertemu dari teman yang mereka kenal di internet.
  3. Ajarkan anak remaja anda agar tidak mendownload program, musik, atau karya seni dari web, karena bisa jadi hal itu bersifat ilegal dan melanggar hak cipta.
  4. Periksa situs yang sering dikunjungi remaja anda. Pastikan situs tersebut tidak mengandung konten yang bersifat ofensif, dan tidak mengobral informasi pribadi. Waspadai foto-foto yang mereka pajang, baik foto diri maupun foto bersama teman.
  5. Ajarkan remaja anda tanggung jawab, etika, dan perilaku online. Tekankan bahwa mereka tidak boleh memanfaatkan internet untuk menyebar gosip, hinaan, atau mengancam orang lain.
  6. Pastikan mereka memberi tahu anda sebelum melakukan transaksi keuangan secara online seperti memesan, membeli, atau menjual sesuatu.
  7. Diskusikan layanan-layanan ilegal di internet seperti judi online. Ingatkan mereka bahwa layanan tersebut ilegal, dan berjudi adalah tindakan terlarang.

AAP menekankan bahwa panduan ini semata-mata hanya bersifat pendamping. Perhatian dan keteladanan orang tua tetap memegang peranan yang paling penting, karena orang tualah yang lebih tahu seperti apa anak mereka.

Sumber: Microsoft, 30 April 2010

-
(dew / Tim Internet Sehat / tagtips)

7 Tips agar Anak Terhindar dari Predator Online by "sekolah internet"

Penjahat tak segan-segan berburu sasaran di dunia maya. Sasaran utama mereka adalah anak-anak yang cenderung mudah dibujuk dan dipengaruhi.

Orang tua bisa memberitahukan langkah-langkah berikut pada anak-anak, agar mereka bisa meminimalisir kemungkinan menjadi korban para predator online, berikut 7 tips menghindari predator online :

1. Jangan pernah men-download gambar-gambar dari sumber yang tidak dikenal, karena berpotensi mengandung materi-materi berbau seksual.

2. Gunakan layanan penyaring e-mail.

3. Segera bicara dengan orang tua jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan saat mereka online.

4. Pilih nama panggilan yang netral secara gender dan tidak mengandung kata-kata yang berkonotasi seksual.

5. Jangan pernah menampilkan informasi personal (termasuk usia dan gender) atau informasi tentang keluarga mereka kepada siapa saja di dunia maya.

6. Hentikan kontak e-mail dan pesan instan jika sudah menjurus pada pertanyaan personal atau berkonotasi seksual.

7. Tempel aturan online yang disepakati keluarga di dekat komputer, agar anak bisa melihat dan membacanya setiap saat mereka online.

Sumber : Microsoft.com,

Oh My GOD, Bertebaran Konten Pornografi di Internet! by "sekolah internet"

Pertumbuhan konten-konten dewasa kian menjamur. Sebuah laporan yang ditulis Dr. Linda Papadopoulos, seorang psikolog, menyebutkan bahwa anak-anak kini semakin mudah mengakses konten-konten dewasa dan seksual.

Konten-konten yang menjadi sorotan termasuk majalah-majalah ‘dewasa’ dan pornografi di ponsel, hingga brand-brand fashion besar yang menggunakan gambar berbau seksual pada iklan pakaian yang ditujukan untuk anak muda.

Secara psikologi, Dr Papadopoulos mengatakan bahwa ada hubungan yang jelas antara gambar-gambar yang sarat konten seksual dengan kekerasan terhadap perempuan. Yakni mendistorsi persepsi kaum muda tentang diri mereka sendiri, mendorong anak laki-laki untuk terpaku menjadi macho dan dominan, sedangkan anak perempuan pada gilirannya akan menjadikan diri mereka sebagai objek seksual.

Salah satu contoh kasus sexual bullying yang sering terjadi adalah para gadis justru merasa terdorong untuk memposting foto-foto topless (telanjang dada) ataupun telanjang di situs jejaring sosial.

Terkait hal inilah, pemerintah diminta untuk membuat peraturan yang lebih keras tentang iklan-iklan bernada seksual dan larangan menjual majalah dewasa kepada anak di bawah umur 16 tahun.

Dr Papadopoulos dalam laporannya mengajukan beberapa rekomendasi, di antaranya meminta agar game konsol, ponsel dan komputer-komputer yang dijual di pasaran dilengkapi dengan fasilitas parental control (kontrol orang tua). Sehingga para orang tua dapat menyaring layanan dan material online yang boleh diakses anak sesuai kebutuhan.

Rekomendasi lain yang diusulkan yaitu:

- Larangan tayangan video musik bernada seksual, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang diijinkan sesuai kebijakan televisi.

- Larangan iklan lowongan pekerjaan yang ditempatkan di klub-klub malam dan panti pijat.

- Penyedia layanan internet (ISP) diminta untuk memblokir akses ke situs-situs pro-bulimia dan pro-anorexia.

- Pembuatan website di mana para orang tua dapat melaporkan setiap aksi pemasaran yang tidak bertanggung jawab, yang mengekpos anak-anak kecil secara seksual.

Ia juga menambahkan, harus ada simbol-simbol yang menunjukkan kapan sebuah foto yang telah diterbitkan telah dimodifikasi secara digital. Ia juga merekomendasikan agar Otoritas Standar Periklanan (Advertising Standards Authority) melarang gambar-gambar seksual yang muncul dalam situs web komersial, seperti foto-shoot yang provokatif.

Sementara itu, Conservative Party Leader di Inggris, David Cameron, mengatakan bahwa ia akan melarang penayangan iklan yang tidak bertanggung jawab yang menyasar anak-anak.

Menurutnya, orang tua seharusnya boleh mengkomplain taktik-taktik pemasaran yang digunakan perusahaan melalui situs khusus. Gerakan-gerakan seperti inilah yang diperlukan untuk menghentikan aksi ‘membombardir’ anak-anak dengan materi yang tidak pantas.

Parental Control

Bagaimanapun, mengubah sikap akan memakan waktu. Tetapi hal ini penting dilakukan jika kita ingin menghentikan aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan secara seksual.

Deputi Komisaris Anak untuk Inggris, Sue Berelowitz, mengatakan bahwa tanggung jawab tidak hanya terletak pada media tetapi juga orang tua.

Perang orang tua sangat diperlukan dalam mengendalikan dan mengawasi setiap aktivitas anaknya di dunia online. Orangtua harus menerapkan batasan-batasan yang baik, mengetahui apa yang anak-anak mereka tonton, dan mengawasi anak-anak yang memiliki akses pribadi ke internet di kamar tidur mereka.

Sumber : news.bbc.co.uk, 2 Maret 2010

Internet Ubah ‘Trend Punishment' Orang Tua by "sekolah internet" by "sekolah internet"

[Internet Sehat] Makin berkembangnya teknologi dan merebaknya penggunaan situs jejaring sosial ternyata berpengaruh pada ‘tren’ hukuman yang diberikan orang tua pada anak-anak mereka. Jika dulu orang tua sering melarang buah hati mereka untuk menonton TV sebagai hukuman, kini pelarangan memakai internet-lah yang menjadi gantinya.

Hal ini tentu tidak bisa dipisahkan dengan fakta bahwa internet kini dipakai oleh siapa saja dan betapa pentingnya keberadaan internet dalam kehidupan seseorang tak terkecuali anak-anak.

Para peneliti dari University of Sothern California dalam laporannya menyebutkan bahwa para orang tua melihat kesamaan antara TV dan internet sehingga kedua hal itulah yang menjadi sasaran mereka dalam menghukum anak-anaknya. Sedangkan mengacu pada survey yang dilakukan oleh USC Annenberg Center untuk Digital Future, sebanyak dua pertiga orang tua mengatakan mereka melarang anaknya mengakses TV. Angka ini hampir tidak berubah dalam satu dekade ini. Sebaliknya, prosentase dari orang tua yang membatasi anaknya dalam mengakses internet, hampir melonjak 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir ini.

Salah satu senior yakni Michael Gilbert mengatakan tentang fakta lain bahwa orang tua lebih merasa nyaman mengetahui anak-anaknya menghabiskan waktu di depan internet (71%) dibandingkan dengan di depan TV (51%). Akan tetapi dengan banyaknya waktu yang dihabiskan anak-anak di depan internet, membuat waktu mereka bersama keluarga menjadi berkurang. Penurunan ini disinyalir disebabkan karena meledaknya situs jejaring sosial dalam beberapa tahun belakangan ini.

Kini para orang tua menyadari bahwa dengan adanya akses internet di rumah, waktu mereka untuk bertatap muka dengan anak-anak kian menurun, meskipun orang tua yang melaporkan hal ini masih terhitung sedikit yakni 11% di tahun 2010. Gilbert mengenai hal tersebut memberikan pendapatnya bahwa jawabannya bukanlah teknologi, melainkan tanggung jawab para orang tua, walaupun di satu sisi dia menyadari bahwa perkembangan teknologi digital membuat para orang tua kesulitan untuk memonitor apa saja yang anak-anak mereka lakukan. [Internet Sehat]

Facebook Berpengaruh Besar dalam Hidup Remaja Perempuan by "sekolah internet"

[Internet Sehat] Keberadaan Facebook ternyata memiliki arti yang sangat penting bagi remaja perempuan. Bisa dikatakan, Facebook tak bisa dipisahkan dari kehidupan mereka karena pengaruhnya yang sangat besar.

Pengaruh yang diberikan oleh situs jejaring besutan Mark Zuckerberg ini lebih besar dibandingkan media lain. Data ini mengacu pada sebuah survey yang dilakukan oleh National Family Week, MSPCC dan Women’s Institute di Inggris pada bulan April 2010.

Survey yang diadakan pada 3.000 orang tua dan 1.000 anak berusia antara 8-15 tahun ini menemukan fakta bahwa sebanyak 40% remaja perempuan menjadikan Facebook sebagai salah satu dari 3 hal terpenting dalam kehidupan mereka. Angka ini jauh lebih besar dari remaja laki-laki yang hanya mencapai angka 6% saja.

Survey ini memperlihatkan betapa Facebook sangat krusial bagi kehidupan sosial mereka. Remaja perempuan ini melihat bahwa Facebook lebih berpengaruh dibandingkan hal lain seperti televisi, majalah, artis bahkan saudara sendiri. Dan ketika ditanya mengenai 3 hal terpenting dalam kehidupan mereka, 3 pilihan paling atas yang disebutkan oleh remaja perempuan ini adalah teman, keluarga dan Facebook.

Sedang bagi remaja laki-laki, keluarga menjadi pilihan yang jauh lebih penting. Sebanyak 73% remaja laki-laki memilih keluarga, angka yang lebih tinggi dibanding dengan remaja perempuan yang hanya 53% dari mereka yang memilihnya. Bagi cowok, situs jejaring sosial tidak terlalu penting bagi mereka, hanya 6% saja yang memilihnya. Bandingkan dengan 40% remaja perempuan yang menjawab bahwa situs jejaring social itu penting.

Remaja perempuan juga diketahui percaya bahwa teknologi dalam bentuk situs jejaring dan ponsel, berpengaruh besar dalam kehidupan mereka, terutama yang hidup dengan single mother. Remaja perempuan menyebutkan 3 pengaruh besar dalam kehidupan mereka ialah orang tua, guru dan teknologi, di mana remaja laki-laki menyebutkan keluarga, teman dan sekolah.

Angka-angka yang keluar dari penelitian ini tentunya bertentangan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Facebook di mana mereka melarang anak-anak di bawah usia 13 tahun untuk mendaftar di Facebook.

Melihat hasil di atas, survey tersebut mengklaim bahwa orang tua telah gagal dalam menjaga anaknya dalam hal penggunaaan teknologi dan memandang remeh keberadaan teknologi dalam kehidupan anak-anaknya. Nah, Anda tidak ingin menjadi bagian dari para orang tua tersebut bukan? Jadi usahakan untuk selalu mengontrol buah hati Anda agar mereka tetap dalam kadar yang sewajarnya terkait pemakaian teknologi dan situs jejaring. [Internet Sehat]

Sumber: BBC

Internet di Dunia Pendidikan by "sekolah internet"

Jika saja kita di dunia pendidikan diijinkan untuk membangun infrastruktur Internet-nya sendiri. Jika saja alokasi dana tidak di korup, tidak di alokasikan untuk hal yang tidak-tidak. Jika saja para pejabat, pemimpin, rektor, kepala sekolah, ketua yayasan, mengerti arti keberadaan infrastruktur Internet. Pada dasarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur Internet di dunia pendidikan adalah sekitar Rp. 5000 / siswa / bulan.

Bahkan untuk perguruan tinggi, biaya tersebut dapat di tekan menjadi amat sangat murah dengan akses kecepatan tinggi 11Mbps. Investasi peralatan komputer, jaringan lokal, server umumnya dapat kembali dalam waktu 1-2 tahun saja. Jadi seluruh proses adalah swadaya masyarakat kampus, tidak perlu tergantung pada dana utangan dari ADB, IMF, Bank Dunia. Detail bisnis plan untuk investasi dan pengembalian modal infrastruktur Internet bagi dunia pendidikan dalam diperoleh secara gratis di,

atau langsung kepada penulis di onno@indo.net.id.

Walaupun secara finansial & teknologi sangat memungkinkan, ada dua (2) hal yang sangat menghambat perkembangan keberadaan Infrastruktur Internet untuk dunia pendidikan, yaitu:

  • Pimpinan yang lambat berfikir, dan lambat bereaksi terhadap perkembangan. Biasanya pimpinan tipe ini, takut atau tidak mau bergerak sebelum ada perintah dari DIKNAS.
  • Keberadaan teknisi, ahli yang mengerti menginstalasi, mengoperasikan dan memelihara infrastruktur Internet.

Khusus untuk point yang ke dua, sebetulnya kalau saja mau membaca-baca (Iqra) berbagai buku komputer yang ada di Gramedia sebetulnya tidak terlalu sukar untuk memperoleh keahlian yang dibutuhkan. Alternatif lain, jika telah terkait ke Internet, pengembangan keilmuan dapat dilakukan dengan cara aktif berpartisipasi dalam banyak mailing list yang membahas masalah Internet & keilmuan.

Senin, 31 Januari 2011

Merangsang Minat Baca Anak by "sekolah internet"

"Buku adalah jendela dunia". Hal ini menggambarkan pentingnya membaca untuk menambah wawasan kita, tetapi tidak jarang kita jumpai orang yang tidak suka membaca. Hal ini bukanlah hal yang tidak dapat dicegah, karena orangtua dapat membangkitkan minat baca anak dengan cara membacakan cerita.
Bahkan, kegiatan ini merupakan hal terbaik yang dapat diberikan orangtua kepada anak. Ungkapan ini tidak berlebihan, karena 90 persen kualitas otak anak dipengaruhi saat anak berusia nol sampai 3 tahun, sehingga periode ini disebut dengan periode emas. Maka, orangtua hendaknya membantu anak semaksimal mungkin pada periode ini agar perkembangan intelektual dan emosional maksimal. Salah satu hal yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan membacakan cerita sejak dini untuk anak, bahkan sejak dalam kandungan karena ada banyak manfaat yanng bisa diperoleh dengan melakukannya.

Membaca adalah kemampuan yang terpenting bagi seseorang, karena dapat membuka wawasan terhadap banyak pengetahuan. Jutaan anak yang menghabiskan waktu di depan televisi ataupun video game sering gagal untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka. Sehingga mereka gagal mempelajari banyak hal yang berharga. Hasil penelitian menunjukkan banyak pelajar SMA bahkan perguruan tinggi yang tidak sanggup membaca pada tingkat paling dasar agar sukses dalam mengerjakan tugas-tugas mereka. Penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca harus mulai dikuasai seorang anak sejak dini. Mengajar anak untuk membaca adalah tugas utama yang penting.

Banyak orang tua berpikir bahwa pendidikan anak dimulai ketika anak mereka masuk sekolah setidaknya pada saat anak mereka masuk play group dan taman kanak-kanak. Namun fakta menunjutkkan bahwa sesaat setelah bayi lahir, otak bayi mulai berfungsi penuh dan siap menyerap semua informasi untuk digunakan kemudian oleh bayi tersebut. Karena itu, mulailah proses pengajaran sejak kelahiran. Buanglah pemikiran bahwa pengajaran dan pendidikan hanya bisa dilakukan oleh guru di sekolah atau mereka yang ahli dalam bidang pendidikan formal. Penelitian yang mendalam tentang hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan dan keahlian seorang anak dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan, seperti belajar berbicara dan belajar membaca, bergantung pada banyaknya interaksi mula-mula secara alamiah antara bayi dan orang tuanya, serta kemampuan orang tua untuk membantunya mulai belajar secara mandiri.

Orang tua berperan aktif untuk membantu anak mereka yang masih kecil untuk menguasai kemampuan membaca agar terhindar dari masalah di kemudian hari dalam pendidikan di sekolah. Hal ini bisa dimulai dengan cara sederhana dan membuatnya sebagai bagian dari rutinitas dalam kehidupan seorang anak. Dengan demikian dia dapat menguasai kemampuan membaca bahkan sebelum memasuki sekolah.

Kapan Mulai Mengajar Membaca?

Saat yang paling tepat untuk memulai adalah sedini mungkin. Saat bayi lahir, cobalah mulai berbicara kepada bayi Anda. Ingatlah bahwa ia sedang belajar suatu "bahasa asing" sehingga membutuhkan semua bantuan yang dapat Anda berikan. Kata-kata penuh kasih sayang serta semua komunikasi lisan tidak hanya meyakinkan rasa sayang Anda kepada sang bayi, namun juga secara tetap tentu memperkenalkan kepadanya bahasa asing yang sedang ia pelajari.

Pada proses pertama, sang bayi hanya akan mempelajari dari suara saja dan ini bisa berlangsung sejak kandungan. Kemudian ketika ia mulai bisa melihat lingkungan sekelilingnya, Anda dapat menggunakan alat bantu visual misalnya mainan yang dapat membuatnya belajar sekaligus bisa bermain. Namun yang terbaik, Anda dapat menggunakan alat bantu yang membantunya belajar membaca sekaligus membuatnya terhibur.

Cara Mengajar Membaca untuk Anak sejak Dini

Mulailah dengan menunjukkan satu atau dua huruf yang berwarna cerah. Perangkat seperti ini banyak tersedia di toko mainan anak. Gunakan huruf-huruf ini sebagai mainan bagi sang bayi, namun Anda dapat sedikit menekankan kepada sang bayi dengan menyebutkan nama huruf tersebut kepadanya setiap kali ia mengamati huruf tersebut. Tambahlah satu huruf secara per lahan seraya ia semakin bertumbuh. Seraya waktu berjalan, ia akan mulai dapat mengidentifikasi banyak huruf meski belum mampu mengucapkannya.

Tiga Langkah Pertama Membaca


1. Perkenalkan dan sebutkan setiap huruf pada bayi Anda

2. Sebut nama huruf-huruf dengan urutan kiri ke kanan

3. Bantulah ia mengerti bahwa huruf tercetak menggambarkan suara yang diucapkan

Setelah sang anak mengetahui semua huruf, maka tahap selanjutnya adalah memperkenalkan huruf-huruf tersebut pada urutan yang tepat. Di Indonesia kebiasaan membaca adalah dari kiri ke kanan. Maka susunlah huruf-huruf tersebut dari kiri ke kanan. Ketika ia sudah mulai berbicara, mintalah ia menyebutkan huruf-huruf tersebut dengan urutan dari kiri ke kanan.

Setelah seorang anak mengenali semua huruf, mulailah dengan mulai mengajarkan mengenal kata. Salah satu cara terbaik adalah dengan memperkenalkan namanya. Misalnya dengan menyusun huruf-huruf yang membentuk namanya. Lalu orang tua mengucapkan susunan huruf-huruf tersebut serta namanya. Ketika ia mulai lancar mengucapkan namanya, tambahkan kata lain yang mudah dimengerti seperti papa, mama, atau kata lainnya. Lakukan semua hal tersebut dalam kondisi santai dan juga dalam suasana bermain.

Selain itu, Anda juga dapat membacakan sebuah cerita dalam buku yang memiliki gambar dengan warna yang cerah. Sang anak akan lebih terbiasa membaca jika Anda sering membacakan buku yang menarik kepada anak Anda yang masih kecil. Dengan demikian ia akan semakin mengerti bahwa huruf-huruf tersusun menjadi kata yang memiliki ucapan dan arti tersendiri.

Agar kegiatan ini tidak membosankan, hendaknya saat membacakan cerita dilakukan dengan seekspresif mungkin. Gunakan intonasi suara sesuai karakter tokoh yang ada. Anda juga dapat menggunakan bahasa tubuh yang sesuai aatau melakukan efek drama seperti tertawa, berbisik, menjerit atau merengek untuk membuat anak berimajinasi.

Karena selera anak bisa berbeda, maka bila Anda hendak membeli sebuah buku, libatkan anak untuk memilih buku yang disukainya. Ini tentu dapat dilakukan ketika anak Anda sudah mengerti dan cukup umur untuk menentukan pilihannya. Selanjutnya, tugas Anda sebagai orangtua adalah menyeleksi buku yang dipilih anak apakah sesuai dengan usianya.

Waktu yang paling baik untuk membacakan buku adalah saat anak menjelang tidur. Sisihkan 15 menit sampai 20 menit untuk mebacakannya karena pada saat inilah daya ingat anak semakin kuat.

Manfaat Membacakan Cerita untuk Anak

Karena itu, bagaimana cara mengajarkan anak agar berminat untuk membaca? Caranya adalah dengan membacakan cerita sejak mereka lahir bahkan semenjak di kandungan. Beberapa manfaat membacakan cerita untuk anak antara lain:

  • Menanamkan kecintaan anak untuk membaca buku.

    Dengan gemar membaca buku tentu akan menambah pengetahuan anak dan dapat menjadikannya manusia yang berkualitas di masa depan.
  • Membuat anak menjadi lebih tenang dan nyaman.

    Karena suara orangtua sudah biasa didengar sejak dalam kandungan, maka ketika mendengar suara Anda setelah anak lahir membuatnya merasa tidak sendirian, sehingga anak merasa lebih nyaman.
  • Membantu anak mengenal kata dan kalimat.

    Ketika orangtua membacakan cerita, anak akan mendengar kata yang Anda ucapkan. Hal ini akan menambah perbendaharaan kata yang dimilikinya, membantunya mengenal arti kata dan kalimat. Anda juga dapat menerangkan arti suatu kata yang kelihatannya asing atau belum diketahui artinya.
  • Menyampaikan pesan moral untuk anak.

    Buku-buku yang dikhususkan untuk anak, biasanya berisi pesan moral yang hendak disampaikan sehingga dapat menjadi media untuk memberitahu anak apa hal baik dan buruk yang boleh atau tidak boleh dilakukan.
  • Meningkatkan hubungan emosional orangtua dan anak.

    Membacakan cerita dapat membuat anak merasa diperhatikan. Anda juga dapat membacakan cerita dengan memeluk atau bersentuhan secara fisik sehingga anak merasa disayangi.

Jadi, jangan lupa bacakan cerita untuk anak Anda malam ini.


http://kumpulan.info/

KREARIFINDO Creative Solution

PhotobucketPhotobucket Photobucket
INILAH SEBAGIAN BISNIS ONLINE YANG SAYA KEMBANGKAN, BAGI ANDA YANG MEMBUTUHKAN : DESAIN GRAFIS, DESAIN PRESENTASI, DESAIN KREATIF, DESAIN MULTIMEDIA, DLL. ATAU TRAINING MULTIMEDIA PRESENTASI, WORKSHOP PEMBUATAN BLOG KONTAK SAYA DI :
085880878417 atau YM : arif_jic@yahoo.co.id

DOWNLOAD MATERI

PhotobucketPhotobucketPhotobucket

 
Design by Gerai Blog | Support Design by Desaingratis - Group Design | GERAI BLOG