Minggu, 30 Januari 2011

10 TEKNOLOGI MASA DEPAN by "sekolah internet"


"Any sufficiently advanced technology is indistinguishable
from magic"
Arthur C. Clarke

Manusia akan segera memasuki masa depan.
Teknologi bergerak sedemikian cepatnya sehingga dalam waktu tidak lama lagi seluruh dunia akan berubah besar-besaran. Teknologi-teknologi baru yang sedang dikembangkan benar-benar revolusioner, hal-hal yang nyaris tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh para ilmuwan dan hanya ada dalam khayalan-khayalan manusia.

Di suatu hari nanti, manusia mungkin bisa hidup ratusan tahun tanpa mengenal penyakit, memiliki kecerdasan yang genius, dan pergi bertamasya ke luar angkasa.

Ini adalah beberapa teknologi revolusioner yang diperkirakan akan merubah seluruh dunia :
1. Mesin-mesin Cerdas Seukuran Atom, Nanoteknologi
2. Zaman Manusia-manusia Super, Rekayasa Genetika
3. Energi terdahsyat di Alam Semesta, Fusi Nuklir
4. Regenerasi Wolverine, Stem Cell
5. Komputer Kuantum
6. Baju Menghilang Harry Potter, Metamaterial
7. Space Elevator, Tangga Menuju Bintang-bintang
8. Scramjet
9. Hidup Ratusan Tahun, Resveratrol.
10. Penyatuan Manusia dan Mesin, Singularitas.

1. Mesin-mesin Cerdas Seukuran Atom, Nanoteknologi

“Coal and diamonds, sand and computer chips, cancer and healthy tissue: throughout history, variations in the arrangement of atoms have distinguished the cheap from the cherished, the diseased from the healthy. Arranged one way, atoms make up soil, air, and water. Arranged another, they make up ripe strawberries. Arranged one way, they make up homes and fresh air; arranged another, they make up ash and smoke”.
Eric Drexler, Engines of Creation

Nanoteknologi adalah segala teknologi masa depan yang memungkinan manusia memanipulasi partikel-partikel super kecil yang besarnya nyaris seukuran atom! Nanometer sendiri adalah ukuran 1/semilyar meter, atau nyaris ketebalan rambut dibelah 50.000. Itulah kedahsyatan teknologi nano.

Tujuannya adalah menciptakan material-material baru masa depan, bahkan mesin-mesin dan robot-robot seukuran partikel. Material-material itu akan bisa lebih kuat dari intan, super ringan, tahan panas dan dingin dengan skala yang ekstrim, mampu menghantarkan listrik lebih baik, lebih tahan lama, ramah lingkungan dan seterusnya.

Kemungkinan aplikasinya benar-benar dahsyat dan akan merubah seluruh dunia. Bayangkan bila kita bisa menciptakan berbagai material baru yang lebih keras dari intan, dan jauh lebih ringan dari baja. (Carbon nanotubes, sp2 bond). Kita bisa menciptakan kerangka super kuat untuk mobil, pesawat terbang, atau bangunan dan jembatan. Dengan bobotnya yang lebih ringan, semua mobil dan pesawat juga akan lebih hemat energi.

Kita bisa menciptakan baju anti kusut dan tahan noda. Kita juga bisa menciptakan robot berukuran bakteria, nanobots, dan memasukanya ke dalam tubuh manusia. Fungsinya bisa dari menyembuhkan penyakit, menghancurkan sel-sel kanker, bahkan memperkuat tubuh manusia (Feynman, ”Swallowing the Doctor”). Nanobots ataupun nanoparticles bahkan nantinya diperkirakan juga akan bisa kembali menutup lubang ozon.

Dengan komponen seukuran nano, kita bisa membuat supercomputer sebesar kotak korek api, dan media penyimpanan data yang menyimpan jutaan gigabyte informasi tentang umat manusia dan seluruh alam semesta, sebesar seujung kuku.

Bagaimana teknologi ini bisa dilakukan? Karena mikroskop super-canggih yang dapat melihat atom sudah ada sejak 1981, Scanning Tunneling Microscope (STM), dan Atomic Force Microscope (AFM, 1986).

2. Era Manusia-manusia Super, Rekayasa Genetika


“Human genetic engineering has the potential to change human beings' appearance, adaptability, intelligence, character, and behaviour. It may potentially be used in creating more dramatic changes in humans”.
Wikipedia Genetic Engineering.

Manusia telah berhasil memetakan gennya dalam proyek raksasa “The Human Genome Project”. Dengan data ini manusia mempunyai peta informasi untuk mengeksplorasi fungsi dan potensi dari tiap gen dalam tubuh manusia. Mulai dari gen yang menentukan bentuk fisik manusia, gen penyebab kanker, gen yang membentuk ingatan, gen yang menciptakan kecerdasan, bahkan gen khusus yang mengatur proses penuaan.

Ini nantinya akan memungkinkan dilakukannya rekayasa genetika untuk menciptakan manusia-manusia masa depan yang sangat unggul. Manusia dengan kesehatan sempurna, terbebas dari penyakit, berumur lebih dari 100 tahun dan mempunyai kecerdasan mendekati genius.

Bayangkan bila manusia menemukan gen spesial yang membuat Einstein menjadi genius. Lalu gen itu bisa ditransfer ke seluruh umat manusia. Atau keunggulan fisik David Beckham, atau bahkan kharisma John F. Kennedy.

Tapi rekayasa genetika tidak hanya untuk manusia, tapi juga bisa untuk tumbuhan dan hewan ternak. Rekayasa genetika bisa menciptakan padi dan gandum jenis baru dengan hasil panen yang berkali-kali lipat. Kita juga bisa menciptakan daging sapi yang lebih empuk dan gurih. Kita bahkan juga bisa menciptakan tanaman dan hewan konsumsi dengan nilai gizi yang unggul.


3. Energi Terdahsyat di seluruh Alam Semesta, The Power of the Stars

“What would fusion mean? Endless, cheap energy. Amazing Star Trek, space travel possibilities. Fame, fortune, and undoubtedly a Nobel or two for the lucky scientist”.

The Observer, Desember 2000

Matahari, setiap detiknya, mengeluarkan energi sebesar seluruh energi yang digunakan seluruh umat manusia sepanjang sejarahnya. Energi plasma hidrogen raksasa sebesar 380 Milyar-milyar Mega-Watt (380^26 MW), per detiknya. Inilah energi yang dikenal sebagai energi Fusi Nuklir (Nuclear Fusion), The power of the Sun. Dan para ilmuwan dunia sedang berusaha mendapatkannya.

Dan ini adalah energi yang membuat bintang-bintang raksasa di alam semesta terbakar selama milyaran tahun. Energi terdahsyat, di seluruh alam semesta.

Sebuah percobaan besar sedang dilakukan di kota kecil Cadarache di ujung selatan Perancis dalam sebuah proyek bernama ITER. Disini atom Deuterium dan Tritium dilebur dengan panas mencapai 150 juta derajat Celcius, nyaris 10 kali panas inti Matahari. Wadah peleburannya dilindungi oleh medan magnet Tokamak sehingga tidak meleleh.

Hebatnya adalah bahwa Deuterium bisa dihasilkan dari air laut biasa, dan Tritium dibentuk dari Lithium yang bisa didapat dari batu alam. Energi terdahsyat di seluruh alam semesta dari Air dan Batu alam.

Kalau para ilmuwan ini berhasil menciptakannya, maka seluruh dunia akan mempunyai sumber energi baru yang dahsyat menggantikan minyak bumi. Energi ini akan begitu besar dan efisien, tidak terbatas, sangat murah, serta ramah lingkungan.

(Note : penggunaan nanoteknologi dalam sel photovoltaic tenaga surya, nanocrystal, juga dikatakan memiliki potensi energi super besar yang mampu menggantikan minyak bumi).

4. Regenerasi Wolverine, Stem Cell

Bayangkan bila penyakit jantung dan diabetes bisa disembuhkan secara sempurna, orang lumpuh bisa berjalan, dan orang buta, bisa melihat kembali.

Anda pernah melihat seekor cecak, yang bisa menumbuhkan kembali ekornya yang putus dengan sempurna? Atau jika anda penggemar komik ”X-Men”, anda pasti tahu tokoh superhero bernama Wolverine. Saat tubuhnya tertusuk pisau atau tertembus peluru, dia dapat menyembuhkan lukanya dengan nyaris seketika. Ia dapat meregenerasi seluruh sel-sel tubuhnya dengan sempurna, secara instan.

Tapi itu cuma khayalan. Ada sejenis cacing bernama “planarian worm”, yang banyak hidup di laut maupun sungai, yang mampu menumbuhkan ulang bahkan nyaris seluruh tubuhnya.

Planaria, terutama spesies Schmidtea mediterranea, mampu meregenerasi utuh tubuhnya, bahkan bila tinggal sepotong kecil saja tubuhnya yang tersisa, sampai 1/300 bagian. Dan bila kepalanya dihilangkanpun, dia akan menumbuhkan kembali kepalanya dengan sempurna.

Bagaimana jika manusia bisa melakukan itu nantinya? Jika kita dapat secara langsung mengganti semua sel-sel tubuh kita yang rusak dengan sempurna dan tanpa cacat. Para ilmuwan telah nyaris mencapai keajaiban itu. Teknologi biologi molekular bernama Stem Cell, atau Sel Induk. Ini adalah sel paling dasar dari tubuh manusia, yang bisa berubah, atau dirubah, menjadi sel atau organ apapun di tubuh manusia.

Bila anda memiliki penyakit jantung, maka sel jantung itu bisa diganti dengan stem sel dan jantung anda akan berfungsi normal kembali. Bila anda mengalami kebutaan, sel retina anda bisa diganti dengan sel baru dari sel induk dan anda akan bisa melihat kembali.

Jika anda menderita penyakit yang berhubungan dengan fungsi otak seperti stroke, alzheimer atau parkinson, maka sel otak anda yang rusak, bahkan jaringan pusat otak cerebral cortex, bisa diganti dengan stem cell. Dan kalau anda menderita diabetes, maka stem cell akan menyelamatkan anda dengan meregenerasi sel pankreas penghasil hormon insulin.

Stem Cell benar-benar membawa revolusi besar dalam kesehatan umat manusia.

5. Komputer Kuantum


Bayangkan sebuah komputer masa depan, yang kecepatannya ribuan kali lebih cepat dari supercomputer tercepat sekarang. Ribuan kali lebih cepat dan efisien dari IBM ”Roadrunner” di Los Alamos yang kecepatannya mencapai 1.7 petaflops (1 petaflop = 10^15 operasi per detik).

Inilah kedahsyatan komputer kuantum. Komputer ini begitu dahsyat karena diciptakan memakai fenomena keajaiban dunia kuantum, Superposition dan Quantum Entanglement.

Dalam pemecahan kode misalnya (kriptografi), untuk memecahkan kode yang digitnya sampai 140, komputer biasa akan memerlukan waktu milyaran tahun untuk memecahkannya. Tapi dengan komputer kuantum, ini bisa dipecahkan hanya dalam waktu beberapa puluh menit saja.

Dengan komputer ini manusia juga akan bisa memprediksikan cuaca di bumi dan gejala-gejala alam lain yang sangat kompleks dengan sangat akurat berbulan-bulan sebelumnya, seperti gempa bumi dan tornado. Dan tentu saja ini akan makin merevolusikan lagi kecepatan pengembangan seluruh teknologi canggih yang ada sekarang.

6. Jubah Menghilang Harry Potter, Metamaterial

“The announcement last November of an "invisibility shield," created by David R. Smith of Duke University and colleagues, inevitably set the media buzzing with talk of H. G. Wells's invisible man and Star Trek's Romulans”.
MIT Technology Review

Hanya beberapa tahun yang lalu, seluruh ilmuwan ternama dunia masih yakin bahwa tidak ada satupun material di dunia ini yang bisa membuat manusia menghilang. Itu benar-benar tidak mungkin, karena itu melanggar semua hukum alam yang diketahui manusia. Tapi mereka semua salah..

Metamaterial, menjadi salahsatu bahan yang ramai dibicarakan. Bahan ini bisa membuat sesuatu, menjadi tidak terlihat. Sebuah baju yang menggunakan teknologi ini bisa membuat pemakainya ”menghilang”, seperti jubah ajaib dalam ”Harry Potter”.

Sebuah pesawat tempur dengan bahan metamaterial akan jadi tidak terlihat, bukan sekedar tidak terlihat radar seperti teknologi ”Stealth”, tapi benar-benar tidak terlihat mata seperti alat cloaking device dalam Star Trek.

Ini bisa dilakukan misalnya dengan menciptakan material artifisial yang mampu membelokkan radiasi elektromagnetik, demikian pula dengan cahaya, yang pada dasarnya adalah radiasi elektromagnetik. Bahannya bisa seperti timah dan plastik yang diatur dalam struktur pola tertentu.

Metamaterial akan membelokkan cahaya, mengelilingi obyek yang diselimutinya dan berkumpul kembali di ujungnya, seperti air sungai mengelilingi sebuah batu. Dalam penelitian terakhir di Perdue University mereka menggunakan jarum-jarum khusus yang akan membelokkan cahaya melampaui obyek yang diselubungi sementara obyek di belakangnya akan terlihat.

Material ini sedang diteliti di seluruh dunia termasuk di MIT, University of California Berkeley, Duke University, dan Caltech di LA.

7. Space Elevator, Tangga Menuju Bintang-bintang

Space elevator atau Tangga Luar angkasa adalah seperti lift yang sangat tinggi dari bumi menuju ke orbit bumi di luar angkasa, 35.000 kilometer tingginya. Dengan lift ini perjalanan ke orbit bumi akan menjadi lebih mudah, dan murah.

Banyak orang berharap, bahwa program ruang angkasa yang tadinya berhenti sampai di bulan karena sangat mahal, akan bisa dimulai lagi. Dan mungkin impian manusia untuk pergi ke Mars, akan terwujud.

Lift ini awalnya hanya berupa khayalan, tapi ternyata dengan ditemukannya sebuah teknologi baru, hal ini menjadi sangat memungkinkan diwujudkan. Teknologi itu adalah Carbon nanotube, material baru yang dikatakan lebih kuat dari intan dan lebih ringan dari baja.

Hal ini nantinya akan memungkinkan dimulainya era baru dalam penjelahajan ruang angkasa.

8. Memasuki Era Hiper-Sonik, Scramjet

Scramjet akan menjadi salahsatu revolusi terbesar dalam sejarah transportasi dunia. Pesawat tempur tercanggih di dunia sekarang, F/A-22 Raptor milik Amerika berkecepatan maksimal Mach 2, atau 2 kali kecepatan suara. Pesawat penumpang Scramjet, akan membawa anda terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara, Mach 10.

Penerbangan dari New York ke Tokyo yang sekarang ditempuh dalam waktu 18 jam yang panjang dan melelahkan, akan ditempuh Scramjet, hanya dalam 120 menit.

Scramjet tidak perlu memakai bahan bakar roket biasa yang mahal dan berat, bahan bakarnya menggunakan hidrogen cair yang dicampur penyedotan oksigen langsung dari atmosfer (air-breathing scramjet engine). Pembakaran hidrogen dan oksigen pada kecepatan supersonik inilah yang akan mengakselerasikan kecepatannya.

Ini akan membuat penerbangan dari satu tempat ke tempat lain di seluruh dunia menjadi super cepat.

9. Fountain Of Youth, Resveratrol

Mungkin, nantinya kita bisa menemukan sesuatu yang memungkinkan kita hidup ratusan tahun. Tapi para ilmuwan mungkin telah menemukannya, sesuatu yang dinamakan “Sirtuin”, Silent Information Regulator 2 (Sir2) proteins dan resveratrol, zat antioxidan yang ternyata banyak ditemukan dalam buah anggur merah (Jadi sering-seringlah makan buah anggur.)

Tapi para ilmuwan juga telah menciptakan sesuatu yang bahkan lebih kuat dari resveratrol yaitu sebuah obat dengan kode, SRT1720.

“SRT1720 is a thousand times more potent than resveratrol, meaning that it could be taken in smaller doses. A person would have to drink hundreds of glasses of wine to get the same health benefits from resveratrol. Resveratrol will pretty soon look like ancient technology,"
David Sinclair, a biologist at Harvard Medical School

10. Singularitas.


Suatu hari nanti, akan datang suatu masa dimana melalui rekayasa genetika seluruh manusia akan mempunyai fisik dan kecerdasan yang nyaris sempurna.

Lalu dengan kemajuan teknologi komputer, komputer kuantum dan nanoteknologi memungkinkan manusia memasukkan Quantum Computer berukuran partikel ke dalam otaknya dan menggunakan partikel-partikel nano untuk makin memperkuat tubuhnya. Ini adalah hal yang dinamakan Singularitas. Penyatuan antara biologi manusia dengan teknologi.

PIDATO TERHEBAT PRESIDEN SBY! by "sekolah internet"

Saya suka mendengar pidato-pidato Presiden Amerika Obama, sangat tajam, visioner, dan selalu memberikan harapan akan masa depan baru yang lebih baik. Obama sering berpidato tentang bagaimana pendidikan, sains dan teknologi akan membentuk Amerika masa depan.

Ketika saya mendengar berita bahwa Presiden SBY juga pernah berpidato tentang sains dan teknologi, serta bagaimana bangsa-bangsa maju menjadi unggul karena kemajuan teknologi, saya segera mencarinya di internet. Akhirnya saya menemukannya. Dan ternyata ini betul-betul salahsatu pidato paling hebat dan visioner yang pernah saya dengar, dari pemimpin dunia manapun. Betul-betul mencerahkan.

Dan mudah-mudahan, dari pidato dan visi yang tercantum dalam pidato ini, bangsa Indonesia, juga akan segera memasuki jaman pencerahan, jaman kebangkitan baru melalui keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selamat menikmati visi besar Indonesia ini.


SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA SILATURRAHIM DENGAN
AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (AIPI) DAN MASYARAKAT ILMIAH Serpong,
20 Januari 2010

Bismillah Hirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Wr Wb

Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati, Presiden Republik Indonesia ketiga, Bapak Prof. Dr. Baharudin Jusuf Habibie,
Yang saya hormati Menteri Riset dan Teknologi dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,
Yang Mulia Ambassador Cameron Hume,
Yang saya hormati Gubernur Banten,
Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Para Ilmuwan yang tergabung dalam AIPI, LIPI, dan asosiasi-asosiasi ilmu pengetahuan di Indonesia,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,

Marilah kita bersama-sama, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita tetap diberi kekuatan, dan insya Allah kesehatan, sehingga kita dapat bertatap muka dalam kesempatan yang membahagiakan ini.

Melalui kesempatan ini pula, saya ingin menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para ilmuwan terkemuka Indonesia yang tergabung dalam Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), atas pemikiran, kajian, dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kemajuan yang kita capai hingga hari ini, tentu tidak terlepas dari kontribusi saudara semua.

Saya juga menyampaikan penghargaan yang tinggi atas pernyataan Presiden Barack Obama, yang baru saja dibacakan oleh Duta Besar Cameron Hume. Pandangan yang konstruktif dan ajakan positif Presiden Obama untuk meningkatkan kerjasama bilateral di bidang Iptek, pendidikan, energi dan perubahan iklim patut kita sambut dengan baik. Namun kita semua juga merasa prihatin bahwa US Science and Technology Special Envoy, Mr. Bruce Alberts, yang semula akan hadir di sini mengalami musibah kecelakaan. Mari kita doakan, agar Mr. Bruce Alberts dapat lekas pulih kembali seperti sediakala.

Saudara-saudara, Kita sungguh berharap, pertemuan ini dapat merintis jalan ke arah peningkatan kerja sama antara Indonesia-Amerika Serikat, di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Indonesia dan Amerika Serikat kini sedang aktif menggarap suatu Kemitraan Strategis baru: yaitu suatu kemitraan komprehensif, yang mencakup kerja sama dalam berbagai sektor penting bagi kedua negara. Dalam kaitan ini, kerja sama di bidang pendidikan dan teknologi menjadi bagian penting dari kemitraan strategis kedua negara. Insya Allah, Kemitraan Komprehensif ini dapat diresmikan dalam kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia yang direncanakan tahun ini.

Saya juga menyambut baik pernyataan Presiden Obama di Kairo bulan Juni tahun lalu, bahwa Amerika Serikat kini berkomitmen untuk membangun kemitraan baru—“a new beginning”—dengan dunia Islam, yang di antaranya mencakup kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini penting karena beberapa hal : PERTAMA, memang, kalau kita ingin membangun suatu peradaban dunia (global civilization), kita perlu terus membangun jembatan antar-peradaban, terutama di antara dunia Barat dan dunia Islam. Semua pihak harus berperan aktif menyebarkan soft power, yang akan memperkokoh landasan bagi perdamaian dunia.

KEDUA, Islam tidak pernah bertolak belakang atau memusuhi ilmu pengetahuan–bahkan Islam selalu selaras dengan ilmu pengetahuan. Bahkan, puncak kejayaan Islam sebagai peradaban dunia yang paling maju di Abad ke-13 justru terjadi, karena umat Islam membuka diri dan mengejar ilmu pengetahuan di manapun. Dengan pusat peradaban di Baghdad, umat Islam mencatat berbagai kemajuan dan penemuan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sampai sekarang kita rasakan manfaatnya: kompas, anestesi, aljabar, optik, astrologi, irigasi, navigasi, kimia, teknik sipil, rumah sakit pertama, dan kapal-kapal perdagangan. Pesan dan pelajaran sejarah ini masih tetap relevan–bahkan semakin relevan–sekarang: “siapa yang mau maju, harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dan KETIGA, tidak akan pernah ada the second Islamic renaissance di Abad ke-21, tanpa penguasaan umat Islam di bidang iptek. Meskipun terdapat kemajuan di beberapa komunitas Islam, sebagian besar umat Islam saat ini masih tertinggal dalam pencapaian Millenium Development Goals, dan Human Development Index, masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, serta masih termarginalisasi dalam era globalisasi. Masih banyak umat Islam yang terlalu bernostalgia terhadap kejayaan di masa lalu, tanpa memahami bahwa peluang untuk maju dan berkarya di depan mata justru jauh lebih besar.

Sewaktu saya berpidato di Harvard University akhir tahun lalu, dan juga dalam artikel The Economists yang saya tulis, saya menekankan bahwa Abad ke-21 tidak harus mengikuti skenario “clash of civilizations”. Abad ke-21 justru dapat kita wujudkan menjadi suatu “confluence of civilizations”, di mana seluruh peradaban dunia–apakah Barat, Islam, Timur–dapat hidup berdampingan secara damai, dan dapat saling memperkaya dan melengkapi. Kita yakini bahwa hal ini bukan sebuah utopia, tetapi suatu visi yang realistis and achieveable vision.

Hadirin yang saya hormati,Mari kita memulai dengan suatu preposisi: “Abad ke-21 akan menjadi abad paling inovatif dalam sejarah umat manusia”. Disadari atau tidak, kita sedang berada dalam arus perubahan sejarah yang sangat dahsyat. Ada yang menyatakan bahwa arus perubahan dalam 10 tahun mendatang, akan lebih deras daripada perubahan dalam 100 tahun terakhir.

Kita lihat saja komputer, internet dan telepon selular. Di awal tahun 1990an, email, komputer dan handphone hanya dinikmati oleh segelintir orang. Kini, 20 tahun kemudian, di seluruh dunia, 1,4 milyar orang telah mempunyai e-mail, ada 1 miliar komputer, dan 3,3 miliar pengguna handphone–sekitar separuh dari jumlah penduduk dunia. Proses ini akan terus berkembang.

Kita meyakini bahwa di paruh kedua Abad-21, sebagian besar umat manusia akan terjamah oleh komputer, internet dan handphone. Peradaban manusia juga sering berubah karena ide-ide dan penemuan-penemuan baru. Penemuan bubuk mesiu menimbulkan transformasi militer dengan segala implikasi politiknya. Penemuan mesin uap memulai revolusi industri dan mengubah sejarah Eropa. Penemuan vaksin di abad ke-18 mengubah ilmu kodokteran dan menyelamatkan jutaan umat manusia. Penemuan reaksi fisi nuklir menghasilkan bom atom dan senjata nuklir yang dapat memusnahkan umat manusia.

Berbeda dari abad-abad sebelumnya, perubahan yang kita alami di Abad ke-21 akan bergerak sangat pesat. Misalnya: dalam kurun waktu hanya sekitar 100 tahun, manusia dapat bergerak dari kecepatan kuda, ke kecepatan mobil, ke kecepatan jet, ke kecepatan suara, dan bahkan sudah mendarat di bulan. Sejumlah negara–baik besar maupun kecil—yang dulu dikenal sebagai “negara miskin” kini telah melejit menjadi ekonomi yang unggul.

Indonesia sendiri, yang dulu pernah menjadi salah satu bangsa paling miskin di Asia, kini telah menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G-20. Kita juga melihat perubahan pesat ini di bidang lingkungan, khususnya perubahan iklim. Semenjak revolusi industri di Eropa 200 tahun lalu, karena ulah manusia, terutama di negara-negara industri maju, suhu dunia telah naik sekitar 0,6 derajat celcius. Konsentrasi karbondioksida meningkat 36%, dan lapisan ozon semakin menipis. Kalau kita tidak cepat mengatasinya, suhu dunia bisa naik 4 derajat Celsius dan membawa malapetaka bagi umat manusia dan bagi planet bumi—rumah kita satu-satunya.

Dalam menghadapi arus sejarah yang dahsyat ini, saya yakin sekali bahwa dalam Abad ke-21 yang akan menjadi the most powerful driver of change adalah teknologi. Apakah itu bangsa, perusahaan, komunitas, atau individu, the biggest driver for change adalah teknologi.

Dewasa ini, kita semua telah melihat dan merasakan: porsi teknologi dalam PDB kita semakin besar. Porsi Teknologi dan know-how semakin menonjol, apakah itu untuk pertanian, industri, perdagangan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertahanan, jasa, dan lain-lain. Makin nyata, pertumbuhan ekonomi dan daya saing sebuah bangsa sangat disumbang oleh penguasaan teknologi. Inilah yang sering disebut sebagai “Intangible Intellectual Resources”, atau “Knowledge Capital”.

Kecenderungan ini akan terus menguat, karena proses pengembangan teknologi tidak akan pernah berhenti. Dalam abad yang sangat progresif ini, kita tidak bisa lagi hanya mengutuk masa lalu atau menyalahkan orang lain. Kalau kita gagal, itu adalah kesalahan kita sendiri, karena kita tidak mampu membaca tanda-tanda zaman. Kalau kita kelak tampil unggul di depan yang lain, itu terjadi karena kerja keras dan kemampuan kita dalam beradaptasi.

Saudara-saudara, Karena itulah, kunci dari keunggulan Indonesia di Abad ke-21 adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu penyebab bangsa kita terbelakang selama ratusan tahun adalah, karena nenek moyang kita tidak mendapatkan akses terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari belahan dunia lain. Sebelum kebangkitan nasional tahun 1908, pada saat Eropa mendominasi dunia, Jepang mengalami Restorasi Meiji, Amerika Latin menikmati masa kemakmuran, Amerika Utara tumbuh pesat, dan Kerajaan Islam Otoman berjaya, bangsa Indonesia masih terisolasi dalam penindasan kolonialisme, dan rakyat kita tenggelam dalam kebodohan dan kemiskinan.

Abad ke-20 adalah abad kebangkitan nasional, abad kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Kunci sukses kita untuk mencapai itu tiada lain adalah persatuan. Kita mutlak membutuhkan persatuan untuk melawan penjajah, untuk mempertahankan kemerdekaan, untuk menangkal separatisme, untuk menjaga keutuhan wilayah, untuk membangun perekonomian, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan untuk mengembangkan jati diri bangsa. Itulah perjuangan kita di Abad ke-20.

Di Abad ke-21, situasinya telah berbeda: Hakikatnya, Indonesia tidak punya musuh, dan tidak ada negara lain yang memusuhi Indonesia. Politik bebas aktif Indonesia kini diabdikan untuk mewujudkan “a million friends, zero enemy”. Abad ke-21 adalah abad keunggulan, dan kunci sukses untuk mencapai itu adalah inovasi. Kita memerlukan inovasi untuk memerangi kebodohan, untuk mengentaskan kemiskinan, untuk memacu pertumbuhan dan produktivitas, dan untuk menjadi bangsa yang terhormat, maju dan kompetitif.

Saudara-saudara, Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa adalah hasil dari suatu kerja besar yang terencana dan berkesinambungan. Sesungguhnya pula merupakan bagian integral yang dinamis dari sebuah peradaban (civilization).Teknologi tidak bisa dimimpikan dan didatangkan begitu saja—bukan seperti membeli barang di supermarket. Mungkin satu dua teknologi bisa dibeli seperti itu—namun tidak untuk mencapai technological society, dan juga knowledge society.

Untuk menjadi bangsa yang menguasai iptek, kita harus bisa menempatkan inovasi sebagai urat nadi kehidupan bangsa Indonesia. Kita harus bisa menjadi Innovation Nation —BANGSA INOVASI! Rumah bagi manusia-manusia yang kreatif dan inovatif.

Untuk mencapai kondisi seperti itu ada sejumlah hal penting yang harus kita bangun dan lakukan. Pertama, adalah mengubah mindset. Ingatlah, innovation is a state of mind. Inovasi itu adalah suatu semangat, suatu energi, dan suatu etos. Semua fenomena sejarah—apakah itu peradaban Islam, Renaissance di Eropa, Restorasi Meiji di Jepang, tampilnya Amerika sebagai superpower, “the rise of” Cina dan India—semuanya dimulai dengan suatu semangat, dan terbangunnya mindset baru, yang kemudian menghasilkan berbagai inovasi baru, dan yang akhirnya mengakibatkan transformasi besar-besaran.

Karena itulah, kita di Indonesia harus bisa mengembangkan budaya unggul—a culture of excellence—baik di birokrasi, di universitas, maupun di sektor swasta. Sistem dan lingkungan nasional kita harus bisa melahirkan inovator-inovator yang kreatif. Ini semua akan terwujud jika masyarakat kita, kita semua, benar-benar menghargai kerja keras kaum peneliti, ilmuwan, dan inventor.

Mereka harus bisa menjadi ikon masyarakat, dan bukan menjadi catatan pinggir, apalagi hidup tanpa penghormatan, tanpa apresiasi, dan tidak sejahtera. Ilmuwan, peneliti dan inovator harus berada di garis terdepan perubahan nasib bangsa, dan menjadi Pendekar Keunggulan.

Inovasi juga menuntut sikap open-mind dan risk-taking, bukan sikap yang kaku dan dogmatis. Komunitas iptek Indonesia harus berwawasan jauh lebih terbuka dan lebih progresif dari masanya, dan dari masyarakat, untuk mengembangkan ilmu dan teknologi. Dalam era globalisasi dewasa ini, Nasionalisme kita dicerminkan bukan dalam tindakan melawan atau menutup diri dari dunia, namun dalam kemampuan untuk menyerap ilmu dan teknologi dari manapun untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Karena itulah, kita bercita-cita agar Indonesia menjadi bagian integral dari komunitas ilmuwan dunia. Kita berharap sebanyak mungkin ilmuwan Indonesia mengadakan riset, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Saya ingin ilmuwan Indonesia bahu membahu dengan ilmuwan internasional, dalam memperkaya khasanah ilmu pengetahuan umat manusia. Kita harus aktif bukan saja menyerap ilmu dari dunia, namun juga menyumbang ilmu untuk dunia. Itulah mindset yang akan mengantarkan kita menjadi Innovation Nation.

Saudara-saudara faktor kedua adalah, selain didukung mindset yang tepat, inovasi juga memerlukan Investasi dan Insentif. Inovasi tidak datang dari langit, namun memerlukan inkubator-inkubator—di lingkungan pemerintah, universitas, perusahaan, dan lain-lain. Mau tidak mau, harus ada sumberdaya dan dana yang cukup, serta program yang berkesinambungan.

Pada awal saya mengemban amanah rakyat, saya menyadari bahwa alokasi dana untuk penelitian dan pengembangan (R&D-research and development) di Indonesia pada tahun 2005 masih rendah – yaitu sekitar Rp 1 trilyun. Karena itulah, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan porsi itu menjadi lebih memadai, dan syukur alhamdullilah pada tahun 2010 dapat kita tingkatkan menjadi Rp 1,9 triliun.

Tentu saja jumlah inipun masih harus terus kita tingkatkan. Namun, perlu diingat, sumberdaya dan dana penelitian dan pengembangan tidak hanya berasal dari APBN, tetapi juga mesti dianggarkan oleh dunia usaha yang juga memerlukan inovasi di perusahaannya masing-masing. Pendanaan dari kerjasama internasional juga merupakan alternatif yang makin terbuka.

Sementara itu saya berpandangan, bahwa cara penting untuk membangun inovasi adalah melalui pengembangan enterpreneurship. Kita semua tahu bahwa enterpreneurship identik dengan inovasi, risk-taking, peluang, dan dinamisme. Di Amerika, Cina, India, Jepang, Korea, dan Singapura, kita melihat bahwa inovasi tumbuh pesat sejalan dengan merebaknya enterpreneurship. Yang juga penting diingat: kita tidak harus selalu menjadi inventor teknologi baru. Namun kita harus cerdik mencari, menyerap dan mengembangkan teknologi baru untuk pembangunan Indonesia. Bahkan, sering terjadi, pihak yang lebih cerdik mendayagunakan teknologi bisa lebih maju dari pihak yang menemukan teknologi itu sendiri.

Faktor ketiga adalah, kebijakan pemerintah dan kolaborasi. Kalau kita lihat dari bukti-bukti empiris, hampir semua inovasi teknologi merupakan hasil dari suatu kolaborasi, apakah itu kolaborasi antar-pemerintah, antar-universitas, antar-perusahaan, antar-ilmuwan, atau kombinasi dari semuanya. Karena itulah, networking antara inkubator menjadi sangat penting.

Saya mendorong ilmuwan Indonesia untuk menjalin networking dan kolaborasi yang seluas-luasnya dengan lembaga penelitian, lembaga kajian dan universitas manapun di dunia, karena ini adalah kunci sukses bagi masa depan kita. Salah satu ciri Era Globalisasi dewasa ini adalah keniscayaan untuk sebuah knowledge-sharing antar bangsa.

Hadirin sekalian yang saya hormati, Dunia kini boleh dikatakan sedang panen teknologi. Namun perlu diingat, teknologi yang kita cari dan pilih haruslah tetap relevan dengan tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia sekarang dan ke depan. Tantangan itu antara lain adalah : pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan energi, pemeliharaan lingkungan hidup, peningkatan industri, ketangguhan pertahanan dan keamanan negara, serta penguasaan teknologi yang menjemput masa depan.Karena itulah, ke depan, bangsa Indonesia harus makin menguasai teknologi, yang dapat menjawab tantangan-tantangan pokok itu.

Pertama, teknologi untuk mengentaskan kemiskinan–pro-poor technology. Teknologi sering disalah-persepsikan seolah hanya untuk kepentingan industri besar yang canggih saja. Padahal untuk negeri kita juga diperlukan teknologi yang dapat memberdayakan rakyat miskin. Misalnya: telekomunikasi murah untuk desa terpencil, bibit unggul, teknologi air bersih, hidroenergi dan Rumah Sederhana Tahan Gempa.

Kedua, teknologi hijau – green technology. Kita sudah menetapkan target penurunan emisi 26% untuk tahun 2020 dari “business as usual”, dan target ini bisa ditingkatkan menjadi 41% apabila ada bantuan internasional yang memadai. Untuk itu, kita harus menerapkan pembangunan yang hemat energi (low carbon footprint), meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan seperti geothermal, angin, dan surya, serta meningkatkan teknologi pengawasan hutan, misalnya melalui satelit, untuk mendeteksi hotspot kebakaran hutan.

Saya juga bangga bahwa seorang inovator energi kita, Saudari Tri Mumpuni, telah merintis pembangunan energi mikro-hidro di desa-desa, dan telah mendapatkan pengakuan internasional. Inovasi segar seperti ini harus terus dikembangkan dan disebarkan.

Ketiga, teknologi pangan, yang sangat penting bagi kesejahteraan rakyat kita (food security). Kita memerlukan teknologi pertanian baru untuk mencari bibit unggul, meningkatkan hasil panen, dan melipat-gandakan produktifitas pangan guna mencapai kondisi swasembada, bahkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Saya ingin, pada saatnya nanti Indonesia menjadi “major food producer” di dunia internasional.

Keempat, teknologi industri. Produk-produk industri Indonesia harus bisa menunjang pencapaian 2 aspek penting, yaitu padat teknologi dan padat karya. Kita harus bisa membuat industri kita lebih efisien, lebih produktif dan lebih mempunyai nilai tambah. Kita juga harus mulai mencapai high-end products, menciptakan branding yang dikenal dunia internasional, dan bahkan bisa bersaing dalam aspek desain yang selama ini cenderung didominasi industri negara-negara maju. Hal ini penting karena pada saat ini dan ke depan, industri akan tetap menjadi tulang panggung ekonomi Indonesia.

Kelima, teknologi kesehatan. Kita harus mencari teknologi terkini untuk memerangi penyakit-penyakit menular : apakah itu H5N1, H1N1 dan virus-virus berbahaya lainnya, yang pasti akan terus bermutasi mengancam keluarga kita dan bahkan umat manusia. Virus berbahaya, sama seperti bencana alam, akan menjadi salah satu ancaman paling riil bagi bangsa kita di abad ke-21. Seperti yang kita alami dalam kasus epidemi H1N1 (Swine Flu), Indonesia tidak bisa menangani ancaman ini sendiri, apalagi kalau menyangkut virus yang datang dari luar yang kita tidak mempunyai vaksinnya. Karena itulah, kita harus bekerja-sama dua arah : kita berbagi ilmu dan penemuan dengan dunia kesehatan internasional, sebagaimana kita terus mengharapkan dunia luar berbagi dengan kita.

Keenam, teknologi maritim. Sebagai negara Nusantara, kita harus membangun teknologi kelautan, misalnya untuk konversi air minum atau teknologi perkapalan. Kita juga harus mendapatkan teknologi canggih untuk bisa mengeksplorasi kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, baik perikanan, hydrocarbon dan mineral. Saat ini, misalnya, kita belum mempunyai kemampuan yang memadai untuk melakukan offshore drilling apalagi deep sea drilling. Indonesia secara fisik adalah negara Kepulauan terbesar di dunia, tapi kita belum menjadi negara maritim yang kuat.

Ketujuh, teknologi pertahanan. Disini, TNI harus terus meningkatkan postur dan kapabilitasnya, termasuk penguasaan “revolution in military affairs” (RMA). Kita harus bisa meningkatkan kualitas dan tingkat teknologi industri pertahanan kita– termasuk melalui joint production dengan industri militer negara-negara lain, serta bentuk kerjasama yang lain. TNI harus meningkatkan kapasitas untuk melakukan military operations other than war (MOOTW), serta kemampuan peace-keeping operation di wilayah-wilayah konflik di dunia.

TNI juga harus mempunyai kemampuan untuk melakukan surveillance dan menjaga pulau-pulau terpencil, wilayah perbatasan dan lautan Nusantara yang terbentang luas. Sementara itu, Polri dan aparat intelijen juga harus terus meningkatkan kemampuan operasionalnya untuk melawan kejahatan trans-nasional, termasuk kelompok teroris yang juga memanfaatkan teknologi yang canggih.

Dan, kedelapan adalah, teknologi masa depan: yaitu nano technology, bio-engineering, genomics, robotics, dan lain-lain. Teknologi-teknologi revolusioner ini tentu tidak sepatutnya hanya didominasi dan dimonopoli negara-negara maju saja. Banyak emerging economies --seperti Cina, India, dan Brazil - yang kini mulai merintis teknologi-teknologi baru ini. Indonesia tidak boleh tertinggal.

Saya senang sekali bahwa Universitas Pelita Harapan (UPH) sudah mulai membangun pusat riset untuk nano-technology. Hadirin sekalian yang saya hormati, Untuk mengembangkan semua ini, dibutuhkan suatu Sistim Inovasi Nasional, yaitu suatu pengaturan kelembagaan yang secara sistemik dan berjangka-panjang dapat mendorong, mendukung, menyebarkan dan menerapkan inovasi-inovasi di berbagai sektor, dan dalam skala nasional. Konsep seperti ini relatif baru, meskipun sudah mulai diterapkan di beberapa negara yang mengalami transformasi.

Setiap negara mempunyai Sistim Inovasi Nasional dengan corak yang berbeda dan khas, yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya masing-masing. Saya berpendapat, di Indonesia, kita juga harus mengembangkan Sistem Inovasi Nasional, yang didasarkan pada suatu kemitraan antara pemerintah, komunitas ilmuwan dan swasta, dan dengan berkolaborasi dengan dunia internasional. Oleh karena itu, berkaitan dengan pandangan ini, dalam waktu dekat saya akan membentuk Komite Inovasi Nasional, yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden, untuk ikut memastikan bahwa Sistem Inovasi Nasional dapat berkembang dan berjalan dengan baik.

Semua ini penting kalau kita sungguh ingin Indonesia menjadi Knowledge Society. Kita dikaruniai wilayah yang sangat luas, yang terbentang dari Sabang ke Marauke, dari Miangas ke Pulau Rote. Kita mempunyai sumber daya alam yang berlimpah. Kita memiliki sumberdaya manusia yang tangguh, yang terus dapat ditingkatkan keunggulan dan daya saingnya. Dan kita mempunyai hubungan yang baik dengan semua pihak—baik dunia Barat, dunia Islam, negara-negara berkembang, emerging economies, dan lain-lain—yang semuanya dapat menjadi mitra pembangunan Indonesia.

Karenanya, dengan semua ini, ke depan, Indonesia mempunyai peluang emas untuk memajukan kehidupan bangsa kita. Strategi yang kita tempuh untuk menjadi negara maju, developed country, adalah dengan memadukan pendekatan sumberdaya alam, iptek dan budaya, atau knowledge-based, resource-based and culture-based development.

Kalau visi ini kelak tercapai, bangsa kita akan mengalami transformasi yang fundamental, menjadi bangsa yang maju dan jaya di Abad ke-21. Mari kita songsong era itu dengan kepercayaan sebagai sebuah bangsa yang penuh inovasi. Insya Allah, dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, serta dengan persatuan, kebersamaan dan kerja keras kita, masa gemilang itu akan datang.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Serpong, 20 Januari 2010

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO


http://imperiumindonesia.blogspot.com/

Korea Selatan Waspadai Kecanduan Internet! by "sekolah internet"

Koneksi internet di Indonesia yang tidak stabil dengan kecepatan konektivitas yang masih tergolong rendah saja sudah cukup membuat beberapa orang tidak dapat meninggalkan kursi komputer dan terus memandangi layar komputer mereka, baik itu sekadar mengakses situs jejaring sosial atau browsing. Anda bisa bayangkan, apa yang mungkin dihadapi oleh negara yang memiliki infrastruktur yang memungkinkan konektivitas internet yang cepat dan stabil serta fanatisme permainan game online yang tinggi? Maka Anda akan menemukan Korea Selatan, dan mengapa mereka semakin melihat internet sebagai ancaman.

Kementerian Budaya dan Keluarga Korea Selatan kini menghadapi masalah adiksi internet yang secara luas mulai meracuni kaum muda mereka. Dengan begitu banyaknya game online dan kualitas jaringan yang mampu dihadirkan, masalah adiksi memang menjadi sesuatu yang “lumrah” terjadi. Namun, jika sampai melupakan semua aktivitas lain sehari-hari? Ini mulai menjadi bahaya. Korea Selatan pernah mencatatkan kematian kaum mudanya karena kelelahan akibat aktivitas online yang terus-menerus tanpa istirahat sama sekali. Bahkan, ada kasus pasangan yang menelantarkan bayi mereka yang baru lahir hingga mati kelaparan karena mereka terlalu sibuk mengurus bayi virtual mereka di dunia online. Korea Selatan mulai mencari solusi lewat kejadian-kejadian naas ini.

Salah satu solusi yang dikemukakan adalah dengan memberlakukan “jam malam” untuk koneksi internet mereka. Anak-anak muda yang berusia di bawah 16 tahun tidak boleh melakukan akses internet dari pukul 00.00 hingga 06.00 pagi, untuk menjamin waktu istirahat mereka. Namun apakah strategi seperti ini akan berhasil? Saya pribadi meragukannya. Jika kita mengkategorikan perilaku seseorang sebagai “adiksi”, maka kita tahu bahwa mereka akan melakukan hal apapun untuk mendapatkan sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan mereka, dalam hal ini kebutuhan untuk terkoneksi internet.

Satu hal yang cukup membuat miris, jika Korea Selatan begitu peduli dengan kesehatan para kaum muda nya dan mulai mengkategorikan kebiasaan mereka sebagai adiksi yang membahayakan, mengapa Indonesia belum memikirkan hal yang serupa? Dengan pembangunan infrastruktur yang mulai berkembang, adiksi yang sama juga mulai dapat kita lihat di kaum muda kita dengan tanpa ada tindakan apapun. Bagaimana pendapat Anda? Atau jangan-jangan Anda termasuk salah satu di antaranya?

Apa saja yang dilakukan Anak di Internet by "sekolah internet"

Memperkenalkan internet kepada Anak-anak kita merupakan sebuah kebahagian tersendiri bagi orang tua. Dengan harapan sang anak dapat memperoleh manfaat sebanyak-banyaknya baik menggunakannya sebagai sumber pengetahuan maupun wahana hiburan dan komunikasi. Di awal dengan sabar, orang tua menuntut anaknya untuk dapat menggunakan aplikasi browser untuk akses ke internet. Kemudian berlanjut dengan mengunjungi situs-situs menarik seperti video ipin dan upin di you tube, game di facebook, atau chatting menggunakan yahoo messenger dengan teman-teman sekolahnya.

Seiring dengan kemampuan sang anak yang terus berkembang dalam menggunakan interet. Bahkan kadang, pengetahuan yang dimiliki anak melebihi kemampuan orang tua untuk mengikuti pekembangan anaknya. Hal ini seakan memberikan tanda kalau sang anda dapat secara mandiri ditinggalkan sendiri menggunakan internet.

Namun, apa sebenarnya yang dilakukan oleh Anak saat mereka online di dunia internet? Berdasarkan survey tahun 2010 lalu yang dilakukan oleh Norton di empat belas negara (sumber: http://us.norton.com/theme.jsp?themeid=norton_online_family_report), yang melibatkan hampir 3.000 anak dan 8.000 orang dewasa (18+), ada hal hal yang menarik dari data yang diperoleh. Sebagai contoh anak-anak di negara Kanada merupakan anak-anak yang kuat main game online (top gamer, 94%). Berbeda lagi dengan anak-anak asal Brazil, 9 dari 10 anak-anak aktif menggunakan internet.

Secara keseluruhan dari hasil survey, didapatkan informasi bahwa sekitar 83% dari jumlah responden anak menggunakan internet untuk bermain game. Selanjutnya 73% anak menggunakan internet untuk berselancar mengunjungi situs-situs internet. Sedangkan untuk mengerjakan tugas sekolah dengan memanfaatkan materi dari internet mendapatkan porsi 71%. Dan, terakhir 63 persen dari jumlah anak yang disurvey menggunakan internet untuk berkomunikasi (chatting) dengan internet.

Memberikan kesempatan kepada anak untuk mandiri menggunakan interent dengan landasan kepercayaan kepada mereka adalah baik. Namun lebih baik lagi bila sebagai orang tua tetap berkomunikasi secara aktif dengan mereka, memonitor perkembangannya dan menanamkan nilai-nilai etika yang patut diperhatikan dalam memanfaatkan internet. Semoga terus berinternet secara sehat.

Tips Membimbing Anak Berinternet by "sekolah internet"

Mungkin akan sangat mengejutkan bila kitasebagai orang tua, mengetahui bagaimana pengalaman seorang anak dalam mengakses internet. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Norton di Juni 2010 lalu, 41 persen responden anak mendapatkan permintaan teman di media sosial dari orang yang tidak dikenal. Mendownload virus rupanya dialami sekitar 33% persen dari jumlah responden. Hal yang cukup heboh, sekitar 25% dari anak yang disurvey telah melihat gambar telanjang atau kekerasan. Terakhir sekitar 10 persen responden pernah diajak bertemu langsung oleh orang yang tidak dikenalnya.

Menghadapi situasi yang sedemikan rentannya terhadap keamanan anak berinternet, sudah sewajarnya selaku orang tua kita mengantisipasinya agar hal yang tidak diinginkan terjadi. Ada beberapa tips dari hasil survey Norton yang dapat dilakukan untuk menjaga anak dari dampak negatif berinternet, baik secara teknologi maupun materi komunikasi orangtua-anak.

Dari sisi penggunaan teknologi, sebagai orang tua, kita dapat memasang aplikasi keamanan, seperti norton family online. Untuk memastikan aplikasi berjalan dengan baik, ajarkan anak kita untuk mengetahui bagaimana memeriksa aplikasi keamanan berjalan dengan baik dan memberitahu kita apabila tidak berfungsi. Pastikan juga, kunci keamanan orang tua (parental control) terpasang untuk membatasi akses ke konten dewasa. Sebagai langkah preventif, orang tua juga dapat memeriksa riwayat kunjungan website yang dilakukan oleh anaknya.

Berkomunikasi merupakan salah satu pilihan yang bersifat preventif terhadap anak melalui penanaman pemahaman bagaimana menggunakan internet secara positif. Kita dapat berbicara dengan mereka tentang aturan keluarga tentang bagaimana menggunakan internet seperti waktu akses, dan durasi akses. Selanjutnya kita juga dapat mendiskusikan mengapa kita tidak boleh mengunjungi situs internet tertentu. Selain itu juga, dalam berbagai kesempatan kita dapat menjelaskan mengapa kita sebagai orang tua kita perlu memantau akses internet mereka. Menceritakan pengalaman kita dalam menggunakan internet dan manfaat yang diperoleh agar anak anak menarik pelajaran darinya.

Mendengarkan merupakan bagian dari berkomunikasi, terkadang ia menjadi prasyarat sebelum kita dapat berbicara secara efektif. Anak anak ingin didengarkan apa yang mereka alami dalam menggunakan internet. Dan menjadi kewajiban kita untuk mendengarkan hal tersebut secara aktif sehingga kita dapat membantu dan memberi dukungan kepada mereka apabila mengalami masalah dalam menggunakan internet. Perhatikan juga perubahan emosi mereka saat sedang berkomunikasi, dan terlebih penting bagaimana membuat mereka mau berbicara tentang pengalaman mereka berinternet.

Terakhir, mungkin suatu saat sebagai orang tua, kita akan mengalami kekesalan yang luar biasa terhadap aktifitas internet yang dilakukan oleh anak kita. Anak-anak memang perlu memahami arti konsekuensi, apabila aturan keluarga tentang internet telah dilanggar maka ada akibat yang ditimbulkan seperti larangan berinternet selama beberapa hari. Salah satu saran terbaik, jangan matikan internet yang menjadi akses favorite mereka. Bila akses mereka diblokir, sangat mungkin mereka akan mencari cara lain untuk mengakses internet.
Demikian tips bagi orang tua dalam membimbing anak berinternet. Semoga bermanfaat dan tetap berinternet secara sehat.


http://belajar.internetsehat.org

Apakah Anak Kecanduan Internet? by "sekolah internet"

Sebut saja, si Budi, sejak diperkenalkan internet dua tahun yang lalu, ia menjadi semakin keranjingan untuk bermain internet sepanjang hari. Sepulang sekolah, ia langsung masuk ke dalam kamar menyalakan komputer dan mengakses internet. Meskipun orang tuanya sudah mengingatkan namun tetap saja ia tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Hal ini semakin menjadi tatkala akses internet di rumah dihentikan sementara. Bukannya si Budi menjadi sadar untuk mengurangi penggunaan internetnya, sebaliknya ia mencari kesempatan untuk pergi ke warung internet hanya agar dapat mengakses Internet. Memang, sebagian dilema orang tua adalah menghadapi kondisi anak yang telah kecanduan internet.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Dr. Kimberly Young(2004) ada beberapa pengujian yang dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat kecanduan seseorang terhadap internet. Dr Kimberly Young mengembangkan sebuat kuisioner sederhana yang diberi nama Internet Diagnosic Questionare (IADQ) berisi sekitar dua puluh pertanyaan untuk menguji apakah seseorang itu mengalami kecanduan internet. Sebut saja, pertanyaan, apakah kita sering merasa terlalu asyik dalam menggunakan internet? Atau pertanyaan, apakah kita sering melebihi waktu yang direncanakan untuk mengakses internet, contoh sewaktu kita merencanakan akses internet sebanyak satu jam, ternyata kita terlalu asyik sampai lebih dari dua jam? Pertanyaan-pertanyaan itu adalah salah satu contoh saja.

Kuisioner yang ada didisain untuk dapat digunakan bagi seseorang yang telah faham tentang pentingnya survey untuk menguji apakah mereka keranjingan internet. Pertanyaan selanjutnya, apakah kuisioner tersebut dapat juga digunakan untuk seorang anak? Permasalahan yang dialami adalah anak dapat berbohong terkait dengan jawaban yang diberikan. Bisa saja dikarenakan mereka takut bila menyampaikan jawaban yang sejujurnya, atau memang mereka sengata untuk tidak memberikan jawab karena alasan tertentu. Apalagi bila komputer yang digunakan untuk mengakses internet berada di dalam kamar mereka.

Dalam situs netaddiction.com, sebuah alat uji mandiri yang nama uji kecanduan internet orangtua-anak (parent-child internet addiction test), telah dikembangkan Dr Kimberly Young (sejak tahun 1995), sebagai bentuk kepeduliannya terhadap penggunaan internet oleh masyarakat. Dalam alat uji mandiri ini terdapat dua puluh pertanyaan yang akan ditanyakan kepada orang tua dari si anak untuk mengetahui apakah anak mereka mengalami kecanduan internet. Untuk melakukan pengujian mandiri sederhana ini, anda dapat berkunjung ke Child Internet Addiction Test .

Para peserta pengujian akan diminta untuk memilih satu jawaban dari enam pilihan ganda yang tersedia mulai dari Jarang (Rarely), Kadang Kala (Occasionally), Kerap Kali (Frequently), Sering (Opten), Selalu (Always), dan Tidak pernah (Does Not Apply). Dikarenakan alat uji mandiri ini ini ditujukan kepada orang tua dari anak yang diuji, maka pertanyaan-pertanyaan harus dijawab apa adanya dengan memahami benar keadaan si anak.

Sebagai contoh pertanyaan adalah apakah anak sering kali mengabaikan batasan waktu yang telah ditetapkan? Seberapa sering mereka lebih memilih akses ke internet daripada menghabiskan waktu bersama keluarga? Atau seberapa sering anak lebih memilih untuk terhubung ke internet daripada bermain dengan teman sebaya. Satu persatu jawaban yang masuk diuji secara terintegrasi dengan memilih tombol “Calculate Score” untuk mendapatkan hasil.

Adapun dari hasil pengujian akan ada ditampilkan dalam bentuk angka antara 0 hingga 100. Semakin tinggi nilai yang dihasilkan maka semakin tinggi tingkat kecanduan dan permasalah yang dihadapi oleh anak kita dalam penggunaan internet. Sebagai contoh rentang angka antara 20-49 memiliki arti anak kita masih pengguna internet online rata-rata, namun demikian perlu diawasi waktu penggunaan internetnya. Untuk rentang 50-79 menunjukan kalau responden mengalami seringkali permasalahan karena internet, sehingga dibutuhkan kesadaran akan akibat yang ditimbulkan dari penggunaan internet secara berlebihan. Terakhir, adalah rentang 80-100 yang menunjukan internet telah menjadi masalah yang cukup signifikan dalam kehidupan si anak.

Ada baiknya orang tua melakukan pengujian secara mandiri dengan jujur dan rencanakan program pencegahan secara dini dari hasil pengujian di Child Internet Addiction Test agar tidak menimbulkan dampak kecanduan kepada anak. Sehingga uji, pahami, dan putuskan apa yang harus dilakukan untuk yang terbaik bisa anak kesayangan kita. Mari Tetap berinternet sehat.

Renaisans Indonesia Abad 21 by "sekolah internet"


”Rahasia kunci sukses bangsa Indonesia agar bisa memimpin dunia:
membagi dan mengajari bangsa kita dengan ilmu!”
Onno W. Purbo.


Apa yang ada di internet? Mungkin segalanya.
Segala ilmu pengetahuan termaju yang ada di dunia, ribuan tahun sejarah umat manusia, kemungkinan-kemungkinan masa depan, planet Bumi, dan seluruh alam semesta. Para tokoh pemimpin besar, orang-orang genius, Einstein, Newton, Leonardo da Vinci, Bill Gates, Steve Jobs. Nanoteknologi, fusi nuklir, teknologi ruang angkasa, bioteknologi. Perusahaan-perusahaan terbesar di dunia, manajemen industrial, hiburan, film, musik, informasi pasar lokal dan global, analisis industri, resep masakan, dan segala hal yang bisa anda bayangkan.

Bayangkan bila ratusan juta rakyat Indonesia, sudah mempunyai akses ke sini. Bayangkan jika 40 juta anak Indonesia, pelajar dan mahasiswa, semua punya akses yang cepat dan murah ke sini, ke seluruh ilmu pengetahuan terunggul di dunia. Indonesia, akan menjadi sebuah bangsa dengan ratusan juta manusia-manusia cerdas. Ini, bisa jadi kenyataan, dengan revolusi internet.

Onno Purbo pun terus berjuang tanpa kenal menyerah. Berkat statusnya sebagai profesor dan namanya yang sudah dikenal luas sebagai pakar IT, Onno selalu bisa lolos dari tangkapan aparat.

Dan dengan segala kecerdasannya ia terus mencari cara untuk mewujudkan impian-impian besarnya. Tidak percuma dia juga adalah cucu salah seorang tokoh revolusioner Indonesia, pendiri Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara-lah yang menjadi tokoh yang memulai gerakan besar demi memerdekakan Indonesia dari kebodohan, melalui pendidikan. Hari lahir beliau, 2 Mei, adalah Hari Pendidikan Nasional Indonesia.

Dan itulah impian Onno Purbo juga, menghapus kebodohan dari seluruh rakyat Indonesia, dan menciptakan bangsa baru yang sangat cerdas, menggunakan teknologi. Dan Onno Purbo menemukan caranya. Caranya, adalah dengan sebuah gerakan yang besar dan strategis. Menyadarkan masyarakat luas dan membangun kekuatan masa, People Power! Target besarnya, pembebasan frekwensi 2.4 Ghz.

Perjuangannya pun segera memasuki level baru, kali ini lebih besar. Onno dan teman-temannya di seluruh Indonesia pun melancarkan gerakan yang tak kenal lelah untuk menyadarkan rakyat akan haknya mendapatkan akses yang lebih besar untuk pengetahuan dan informasi melalui internet. RebelNet.

Dengan kekuatan masa, ia akan melakukan sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin, menggoyahkan kekuatan monopoli penguasa dan perusahaan raksasa telekomunikasi.

Seminar-seminar dan workshop dilakukan, dan makin lama makin ramai. Puluhan buku-buku dan artikel diterbitkan, dan jejaring mailist di internet terus dibangun. Dari puluhan orang, ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu orang ditularkan ilmu internet yang unggul oleh Onno dan teman-temannya.

Perjuangan strategis Onno Purbo yang tidak kenal lelah


Setelah bertahun-tahun, perjuangannya makin menampakkan hasil, ia bahkan mulai sering tampil di televisi dan menjadi seperti selebriti IT yang dikenal semua orang. Dan hasilnya jutaan orang di seluruh Indonesia mulai tercerahkan, dan mereka juga sangat antusias menyambut ide-ide revolusioner Onno Purbo. Internet, akses ke semua ilmu pengetahuan dan teknologi terunggul di dunia, yang murah dan tanpa batas.

Dan akhirnya gerakan besarnya menuai hasilnya. 5 Januari 2005 menjadi hari bersejarah bagi dunia internet Indonesia dan Onno Purbo. Setelah berjuang bertahun-tahun, berkat dorongan dari masyarakat yang telah disadarkan dan pengakuan dari seluruh dunia, pemerintah lewat Menkominfo akhirnya secara resmi mengumumkan bahwa spektrum 2.4 Ghz itu bisa digunakan oleh semua orang secara bebas, tanpa ada pembatasan apapun lagi. Satu impiannya telah jadi nyata.

Sebegitu suksesnya, namanya makin banyak berkibar di dunia internasional. Tidak pernah ada gerakan yang seperti itu dalam dunia IT internasional, dimanapun. Bahwa satu orang, berhasil membangun kekuatan yang begitu besar. Bahkan lebih kuat dari perusahaan raksasa telekom.

Dan seperti tertulis diatas, seluruh dunia telah memintanya untuk ditularkan ilmunya, bahkan negara-negara yang paling maju teknologinya. Onno Purbo, menjadi fenomena dunia IT global. Dia juga diundang ke seluruh dunia dari Kanada, Jerman (iRights, Urheberrechti In Der Digital Welt), Belanda, Denmark, sampai India, Afrika Selatan, Mesir, Bangladesh (bekerjasama dengan Muhammad Yunus, Grameen Bank), Thailand, bahkan di atas pegunungan di Bhutan.

Berkat Onno dan RebelNet, Indonesia diakui seluruh dunia sebagai contoh sukses pengembangan IT di dunia.


Indonesia Masa Depan, Bangsa Berteknologi Maju

”Apa arti 20-30 juta pengguna Internet di Indonesia? Artinya sangat dahsyat sekali!! Bayangkan populasi (seluruh) penduduk Australia hanya 20 juta orang, Malaysia hanya 23 juta orang, Canada hanya 31 juta orang, Singapore jelas tidak ada apa-apa (hanya sekitar 5-6 juta orang). Jelas-jelas negara-negara ini akan tenggelam ditelan badai Indonesia di Internet!”.


Orang Indonesia, Onno W. Purbo adalah contoh bagi seluruh dunia. Sebuah gerakan besar yang dimulai dari ide-ide yang begitu sederhana, tapi dengan kepedulian yang besar.

Ia seperti Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian, yang membantu jutaan orang Bangladesh keluar dari kemiskinan, hanya dengan 27 Dollar dari kantongnya (sekaligus menciptakan bank bernilai 6 Milyar Dollar). Onno Purbo, adalah manusia dengan levelnya yang tertinggi, yang memberikan inspirasi dan pencerahan pada bangsanya, jutaan orang sekaligus, dan bahkan pada dunia.

Cita-citanya yang masih ingin ia wujudkan adalah melihat seluruh 220.000 sekolah dan 46 juta siswa di seluruh Indonesia terhubung ke internet. Dan mungkin, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, impian besarnya, dan impian besar kita semua, akan menjadi kenyataan. Indonesia akan memasuki zaman baru. Sebuah masyarakat Indonesia yang berbasis pengetahuan unggul. Ratusan juta manusia unggul. Sebuah Indonesia baru.

Dan di jaman globalisasi ini, ekonomi Indonesia pun akan mulai masuk menjadi ekonomi bangsa-bangsa maju, ekonomi berdasarkan pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah besar, knowledge based economy. Kita tidak lagi hanya bergantung dari penjualan sumber-sumber daya alam saja. Pengaruhnya benar-benar besar.

Dan seandainya Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam bidang revolusi internet, bangsa kita akan menjadi pemimpin dalam penyerapan segala ilmu pengetahuan termaju di dunia, dan mungkin kita akan menjadi bangsa termaju di dunia.

Seperti impian besar Onno Purbo, ”Bukan mustahil, bangsa Indonesia akan menjadi pemimpin dunia Internet, khususnya untuk Infrastruktur yang berbasis masyarakat. Dunia-pun belajar pada kita, Bangsa Indonesia!”.




* * * * *


NS (NetSains) : Kalau diberi kesempatan memperbaiki sistem di negara ini, apa yang kang Onno ingin perbaiki?
OWP : Sekolah! Masa depan bangsa ini tergantung pada anak-anak muda yang ada di negara ini. Kalau sekolah kita ditelantarkan, sampai kapanpun tidak mungkin negara ini akan maju. Sambungkan 220.000 sekolah ke internet, sambungkan 46,5 juta anak Indonesia ke internet. Itu aja sih...
Netsains.com.

http://belajar.internetsehat.org/

KREARIFINDO Creative Solution

PhotobucketPhotobucket Photobucket
INILAH SEBAGIAN BISNIS ONLINE YANG SAYA KEMBANGKAN, BAGI ANDA YANG MEMBUTUHKAN : DESAIN GRAFIS, DESAIN PRESENTASI, DESAIN KREATIF, DESAIN MULTIMEDIA, DLL. ATAU TRAINING MULTIMEDIA PRESENTASI, WORKSHOP PEMBUATAN BLOG KONTAK SAYA DI :
085880878417 atau YM : arif_jic@yahoo.co.id

DOWNLOAD MATERI

PhotobucketPhotobucketPhotobucket

 
Design by Gerai Blog | Support Design by Desaingratis - Group Design | GERAI BLOG